








Pull Attractive Bullish VS Bearish For USD

Pada pekan penutupan September dan kuartal ketiga tahun ini, dinamika bursa forex dan emas diwarnai kabar politik Jerman dan Selandia Baru serta pengumuman rencana reformasi pajak administrasi Trump, juga penegasan Ketua Federal Reserve tentang jalur kenaikan suku bunganya.
Sepanjang September, dolar AS terapresiasi. Greenback menguat lebih dari 2% terhadap yen Jepang, lebih dari 1% versus franc Swiss dan dolar Australia dan sekitar jumlah yang sama terhadap euro. Harga emas pun tergerus hingga jatuh ke bawah level psikologis $1300. Satu-satunya mata uang yang membukukan keuntungan signifikan terhadap dolar AS adalah pound sterling, yang mendapat permintaan beli yang kuat setelah Bank of England berbalik hawkish di bulan tersebut.
Namun memasuki Oktober, momentum bullish greenback tampaknya akan mendapat tantangan dari momentum bearish yang disebabkan oleh beberapa hal. Sebagian dari potensi ini berkaitan dengan prospek data AS dan sebagian lain berhubungan dengan prospek kebijakan pengetatan bank sentral utama lainnya selama dua bulan ke depan. Jadi mungkin Oktober tidak akan sama baiknya dengan September bagi greenback.
Selain itu pada Oktober, implikasi negatif dari badai Harvey dan Irma terhadap ekonomi AS mungkin akan terlihat. Semua orang, mulai dari para ekonom hingga pejabat The Fed telah memperingatkan bahwa data-data ekonomi akan terdistorsi sementara, namun berdasarkan kinerja greenback dan saham AS, para investor mungkin tidak siap untuk menghadapi penambahan potensi negatif pada data-data tersebut.
Data-data mungkin akan pulih pada bulan berikutnya namun laporan nonfarm payrolls (NFP) yang akan dirilis pada 6 Oktober di mana para ekonom memperkirakan hanya ada peningkatan sebesar 77.000. Jika perkiraan mereka benar, ini akan menjadi laju pertumbuhan paling lemah dalam satu semester juga mengikuti tren pertumbuhan pekerjaan yang lambat pada bulan Juli dan Agustus sehingga pada gilirannya akan menimbulkan keraguan terhadap sikap hawkish The Fed.
Ketika The Fed menggelar rapat kebijakan pada pertengahan September, jelas bank sentral itu menyatakan akan melakukan pengetatan lebih lanjut. Prediksi yang terlihat dari dot plot menunjukkan mayoritas pembuat kebijakan The Fed mendukung kenaikan satu lagi pada tahun 2017 diikuti oleh tiga kenaikan pada tahun depan.
Namun sejumlah pejabat bank sentral AS yang berbicara dalam sepekan terakhir ini tidak terdengar begitu antusias untuk menaikkan suku bunga, mereka agak dovish. Data-data terkini termasuk penghasilan dan pembelanjaan pribadi juga deflator PCE pun tampak lebih lemah atau hanya mendatar.
Oleh karena itu, di pekan ini (2-6 Oktober) sambil menunggu rilis data NFP, sebaiknya terus dicermati kata-kata para pejabat The Fed, ECB dan bank sentral lainnya. Telaah pula sejumlah data reguler penting lainnya seperti Tankan Jepang, manufaktur Eropa dan Inggris, serta data ADP yang biasa dijadikan prekursor NFP.
Dari ranah politik, perkembangan pembentukan pemerintahan koalisi di Jerman dan Selandia Baru serta situasi yang memanas antara Catalunya dengan Spanyol, yang telah menjadi beban bagi euro dan kiwi plus perkembangan perjalanan reformasi pajak Trump juga harus dipantau. Tentu saja, sabre-rattling Trump vs Kim juga berpotensi meledak lagi karena diperkirakan pada Oktober aksi provokasi Korea Utara akan semakin menjadi.
http://www.forexsignal88.com/index.php/jurnal-mingguan-content1/6580-sekilas-forex-tarik-menarik-bullish-vs-bearish-bagi-usd